Sunday, May 3, 2015

Pendidikan itu......

"Pendidikan itu bukan sekedar 
menyuruh anak~anak pergi pagi pulang sore
duduk manis di bangku kayu,di gedung~gedung sekolahan
Pendidikan itu bukan seberapa banyak 
sertifikat kelulusan yang kau dapat

Pendidikan itu ketika kita bisa menyerap ilmu 
mulai dari yang ada di pinggir laut hingga ke puncak gunung
Pendidikan itu sejauh mana kita bisa menerapkan 
ilmu yang kita punya untuk kesejahteraan bersama
Pendidikan itu ketika kita sudah bebas dari buta huruf tentang kebajikan"


Sebuah update~an status dari salah satu temenku di media sosial yang orangnya tidak benar2 kukenal, yang aku tau dia orangnya ceriwis dan suka update status dari mulai yg paling *kiri* sampe paling *kanan*, malah aku sering senyum-senyum sendiri kalau baca statusnya. Beliau adalah salah satu pekerja Indonesia yang aku kenal lewat sebuah pertandingan Badminton Open di Taiwan.

Lagi iseng~iseng kepo in status temen~temen lain tiba tiba kebaca statusnya beliau, cesssss...langsung kena di hati. Karena sesungguhnya benar apa yang diungkapkan pada status simpelnya dia.

Untuk apa kita punya berlembar~lembar sertifikat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi kalau kita msh 'keji' dengan orang lain,masih egois dgn berbagai kebanggaan yang didapat dari sebuah tulisan diatas kertas,masih gk bs mengaplikasikan ilmu yg sudah tinggi~tinggi dicapai,bahkan sombong serta menilai rendah orang~orang yang ada diluar lingkaran pendidikannya. 

Percuma teman.

Jadi buat kamu yg masih belum lulus sekolah, ayo selesaikan sekolahnya dan sambung ke jenjang S1

Buat yang belum kelar~kelar skripsinya, ayo di segerakan selesai dan setelah itu coba untuk kerja terlebih dahulu untuk mendapatkan pengalaman, paling tidak bekerja dahulu selama setahun dibidang pendidikan mu.

Buat yang ragu~ragu mau melanjutkan S2 nya atau tidak, kuatkan tekat dan niatmu teman, jikalau itu bermanfaat bagi karirmu kelak,kenapa tak kau coba, tapi ingatlah, usahakan kamu sudah pernah kerja sebelumnya, barulah coba lanjut pendidikan S2 mu karena kelak setelah kamu lulus dari jenjang ini, kamu akan menjadi seorang yg kaya akan ilmu dan bisa mempraktikkannya langsung dilapangan karena bekal pengalaman kerjamu sebelumnya.

Bagi yang ingin menjadi dosen atau peneliti, jangan ragu~ragu untuk melanjutkan S3 mu,karena seaungguhnya Indonesia butuh pemikir~pemikir muda yg berbakat seperti kalian. Butuh seorang guru yg bijaksana akan ilmu dan pengalamannya serta guru yang bisa mengajarkannya dengan baik kepada muridnya.

Buat kamu yang ingin semuanya diatas tapi terkendala dengan faktor ekonomi, ayo coba dicari beasiswa~beasiswa yang bisa mendukung cita~citamu. Tapi kalau itu juga masih sulit, sesungguhnya bekerjalah kamu dengan sungguh~sungguh, ambillah semua ilmu yang bisa kamu dapat dari pekerjaanmu itu, karena sesungguhnya teman, belajar itu bukan sekedar S1 S2 S3 atau es es lainnya, tapi belajar itu adalah hidup. Orang yang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran terbaik dari setiap lini kehidupannya.

Jadi jangan berkecil hati, kita semua punya kesempatan untuk belajar dan menuntut ilmu. Ambillah kesempatan itu dan bebaskanlah hati~hati kita semua dari buta huruf akan kebajikan.




Selamat Hari Pendidikan Nasional 
2 Mei 2015


NCUCEM Year 103
Graduation Moment
Jhongli, Taiwan, 2014

Saturday, May 2, 2015

The Best Thing I Ever Had

Yes these are the people that makes me into the one I am now (except my Famz of course :)

although we are now busy with our own life separated by time, places, islands and even countries, but our memories remain, xoxo girls *hug* 

Bandung, 2014

Banda Aceh, 2014

Banda Aceh, 2014

Hongkong, 2014

NDHU Hualien, Taiwan, 2013

South Korea, 2011

NCU Back Gate, Jhongli, Taiwan, 2014

Seoul, South Korea, 2013

This song perfectly explain how it means to be your friend :*


Being Loved is Fabulous

Someone who really accept you the way you are
Doesn't ask you anything but to love him more and more everyday
the one who say to you "I will marry you because it is you"

God bless you Dear Love, yes I do love you too and waiting for the D - Day



Thursday, April 30, 2015

Orang Asing di Taiwan disebut Alien, Nah lho...

Yap begitulah paling tidak sebutan kita di kartu tanda pengenal keluaran pemerintah Taiwan buat para penghuni Internasional, baik itu pelajar maupun pekerja. 

Setiap orang luar Taiwan yang datang ke negeri asal Bubble Milk Tea ini (Zhen Zhu Nai Cha) diwajibkan mengurus KTP versi Taiwan khusus untuk pelajar ataupun pekerja yang menetap lebih dari 6 bulan di sana. Kartu ini sebutannya ARC atau Alien Residence Card awalnya aku dapat kartu ini ketawa sendiri, ajegile nih negara, kita-kita disebut alien, dikira Keroro Gunsho kali yak! haha Buat yang penasaran gimana bentuk ARC, begini ini nih:



setelah di edit beneran kayak alien gw (-.-")

Trus buat kamu yang mau datang ke Taiwan dan mau ngurus ARC terutama buat pelajar, caranya gampang aja, kamu cuma perlu siapkan beberapa hal sebelum datang ke kantor imigrasi mereka:
1. Isi application form 
2. Pas photo warna ukuran 2 x 2 inch (sumpah kamu kudu poto paling manis disini, soalnya 
    kartu  ARC ku versi sebelumnya, ada poto gagal ku yg dikenang sama satu jurusan 
    sampe saat ini*memori gelap
3. Pasport asli dan copy an
4. Residence
5. Tanda kamu diterima masuk perguruan tinggi alias LoA (Letter of Acceptance)
6. Sertifikat akomodasi dari universitas (biasanya dibantu urus sama petugas kampus)
7. Biaya NTD 1000 untuk 1 tahun

Pastikan kamu mengurus kartu ARC ini dalam kurun waktu 15 hari setelah kedatanganmu ke Taiwan, jangan sampe kena denda nanti harus bayar NTD 2000 - NTD 15000 (di kali aja dengan Rp 400,-  per 1 NTD).

Nanti di OIA (Office of International Affair) masing-masing kampus pasti ada kasih kamu kertas yang satu ini buat ngurus ARC, isinya kira2 kayak yg aku tulis diatas juga deh.


Okay deh sekian kira-kira penjelasan tentang alien nya semoga bermanfaat dah. See you again 


Greenship Assosiate Training Bikin Kangen Taiwan

Kenapa bisa begitu?

Karena waktu aku ngambil S2 di sana thesisku ada hubungannya dengan Green Building atau istilah beken di Indonesianya Bangunan Hijau. Hijau disini bukan berarti gedungnya warna hijau yak, tapi bangunan yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan dari mulai material hingga metode yang digunakan sejak persiapan hingga selesai sebuah proyek bangunan. Ibaratnya makin hijau gedung yang kamu bangun, artinya kamu makin beken and cakep deh (maksa :p)

kondisi ruangan kelas GA

Nah kenapa bisa tiba-tiba aku ikut training hijau ini? karena dibayarin ma kantor dunks..hahahahah kalo gk, mana sanggup bayar pendaftaran nya men! Jadi ceritanya aku sama bos ku ikut kegiatan ini yang diadakan oleh Green Building Council Indonesia di Jakarta pada 27-28 Maret 2015 lalu (Alhamdulillah aku diajak ma pak bos! makasi ya bos yang baek hati dan pintar menabung hehe). GBCI ini adalah lembaga yang tergabung dari beberapa orang yang berasal dari konsultan atau kontraktor besar di Indonesia juga merupakan lembaga yang mengeluarkan sertifikat Greenship sebuah bangunan. Mungkin kamu pernah dengar LEED punyanya Amerika, BREEAM nya Inggris? nah alhamdulillah Indonesia sekarang udah punya Greenship Indonesia yang juga menjadi rating toolsnya bangunan-bangunan yang ingin mendapat sertifikasi hijau.

Iya itu aku...bukan! bukan yg didepan yak!

Training ini buat menambah ilmu dan konsep pelaku konstruksi agar lebih peduli terhadap efek yang diakibatkan jika kita membangun tanpa memperhatikan atau mempedulikan tentang efeknya pada lingkungan sekitar kita. Trainingnya ada dua tingkatan, tingkat umum atau tingkat dasar namanya Green Associate Training sedangkan tingkat lebih emejingnya lagi itu namanya Greenship Professional.

1. Greenship Associate Training (GA)
Disini kamu diperkenalkan konsep hijau, fakta-fakta tentang pencemaran lingkungan yang terjadi di dunia selama ini yang tidak kamu sadari. Serta istilah-istilah hijau lainnya. Ibaratnya mereka kasih kamu materi dasar nya supaya kamu kenal dan tau. Ibaratnya tak kenal maka tak sayang, kalo kita gk kenal apa yang sedang kita hadapi sekarang, apa yg kita rusak. apa yg kita sia-sia kan dari bumi kita yang cuma satu-satunya di seluruh galaksi ini, maka kita bisa-bisa gk sayang sama si bumi ini dan akibatnya kita gk peduli dengan kehacuran bumi yang kita lakukan perlahan demi perlahan, trus ntar gimana dunk dengan anak cucu kita yang harus menanggung akibat dari ketidakpedulian kita?

Biaya pendaftarannya lumayan mahal, sekitar Rp 3.000.000,00 tapi kalo menurut aku sih worth it! Disini kamu akan mengikuti 2 hari training dari mulai pagi jam 8 sampe jam 6 sore dengan pemateri yang penuh dengan pengalaman dan ilmu yang luar biasa yg mereka sharing dan bagikan pada kita semua. Setelah training kamu dikasih waktu 1 minggu untuk membuat paper yang temanya bisa apa aja yang berhubungan dengan materi yang udah diberikan. Setelah kamu ikut training 2 hari full + submit paper nah kamu bisa dapet sertifikat GA dan kalo udah ada seritifkat ini, kamu bisa ikuti training lanjutannya yaitu GP.

2. Greenship Professional Training (GP)
Disini kamu akan di training secara intensif dan diberikan konsep lebih dalam seputar ilmu praktis yang bisa kamu terapkan langsung dilapangan. Nah namanya juga intensif, trainingnya bisa sampe malam dan kamu juga akan diberikan tugas besar (kalo istilah tekniknya Tugas Rancangan) dimana kamu akan di bagi dalam beberapa tim dan diberikan sebuah contoh kasus untuk membuat gedung tersebut mendapat sertifikasi Greenship Indonesia. Pokoknya kalau kamu bisa menyelesaikan tugas besarnya yang diberi waktu selama 3 bulan, kamu bisa dapat sertifikasi GP , nah kalau udah dapat sertifikasi ini  kamu bisa di hire dalam tim khusus GP oleh beberapa proyek yang membutuhkan sertifikasi hijau untuk gedungnya berdasarkan rekomendasi dari GBCI tentunya. Keren ya? ya iya dunks, bayarnya pendaftarannya juga keren, Rp 8.000.000,00 huahahahahahahaa (ketawa putus asa).

Pokoknya selama kegiatan ini, materi yang diberika merupakan materi-materi dasar yang harus aku pelajari dalam menyusun thesisku dulu, jadi banyak banget istilah-istilah hijau yang lumayan familiar di telingaku dan meurutku training ini jadi sebuah review dari ilmu yang sudah pernah aku dapatkan sebelumnya.

Tertarik untuk mengikuti trainingnya? langsung aja kunjungi website mereka disini. Kalau udah ikut training GP ntar bagi-bagi ceritanya ke aku yak !

Tuesday, April 28, 2015

Elegi TAWA

Tertawa lah secukupnya,jangan berlebihan

karena di akhir hari,kamu akan menangis sendirian



#sebuah kisah dan momen setahun lalu yang terulang kembali dan lagi lagi menjadi pengingat diri 




Saturday, April 25, 2015

Enjoying Hot Spring Waterfall in Semolon, Malinau

March 19, 2015
 
Rare experience happened again when I had a chance to go to Malinau for one of my job here to assisted some people from Jakarta to survey about the flood happened here last January. This trip was unprepared and really sudden.


Malinau Regent Office
 


Ulin wood (with a real skull hanged on top) and Alligator Sculpture
Landmark of Malinau Regency

I went here for 3 days and I got a chance to visit Semolon just because the last day, my plane was postponed for 6 hours and the crew noticed me on 8 o'clock and I just could not imagine how I spent all day long in this city without being so bored. I decided to call the driver I knew here and asked him whether I can go to some exciting places near the city before I went back to Tanjung, and he gave me a good suggestion, "why don't we go to Semolon, miss? there is a hot spring and waterfall there, only 2 hours to go there, I can guarantee you to go back here without getting late for the flight schedule" he suggested, and I gave him a big YES. hahahaha. 

So there we went, although the mountain road very tortuous, and the road is still not paved but I enjoyed all of it because this is my first time to go there alone without my friend with me. It was really excited! I managed to see Dayak community (one of the tribes in Kalimantan who are still living in the jungle and mountains), they used to live in a cave but lately some tribe get a relocation houses because the last flood took many casualties of their kind. The driver said that every weekend, many people go to Semolon and will pass this teritorry, so at those times, all the Dayak tribe will wear their traditional clothes and dance in front of their house to get all the attention of the visitor.

find another Alligator which is owned by private property
you need to get permission to take a picture here, the owner was an ex-village thug

 Dayak relocation houses entrance area

the government even built school for Dayak children


standard houses for Dayak Tribe

Around 15 minutes from Dayak relocation houses, I finally arrived to the final destination, hot spring and waterfall, yeayy. The scenery can only be explained by pictures , I guess. So here they are:




we need to cross this bridge to get to the waterfall

 me and the driver


exciting me haha :p

 
I really happy and thankful to God that I can visit this place and enjoyed the warm water of the waterfall. I didn't go to the hot spring because it took 30 minutes more to walk up there and I am afraid I cannot catch up my flight. 

So if you guys have a chance to visit Malinau, you should try to visit this place. It is only 2 hours from the city compare to the other places which can take 6 to 8 hours. So why not try this destination, isn't it?