I
ya baru kali ini aku ketemu sama orang-orang sadis yang taunya cuma ketawain kesulitan orang, mengirikan apa yang dipunyai sama orang lain, bener-bener tidak bisa dijadikan tempat cerita, iya karena mereka suka cerita, cerita-cerita sesama mereka trus mereka ketawain orang yang diceritain itu.
Bayangkan kalau kita dalam posisi orang yang dibicarakan atau dalam posisi lagi tidak mendengar pembicaraan itu, mungkin kita juga termasuk yang dibicarakan. Ah udah lah, dan terus menerus seperti lingkaran setan! cukup tau aja dengan orang sadis.
Gak disana, gak disini
Lelah, aku lelah dengan lingkungan sadis ini
Semoga aku dilindungi dari sifat sadis ini.
Aku kangen sama kalian yang kalo kita sedang ngumpul trus ngomong udah kelewatan membicarakan sesuatu, trus saling mengingatkan untuk menjaga hati dan mulut,
kangen dengan orang-orang yang sering bikin jengkel kalo sedang nasehatin tentang hal yang baik, kangen dengan temen--temen yang fokus dengan hidup nya bukan mencampuri hidup orang lain.
kangen dengan kalian semua
Tuesday, May 19, 2015
Sunday, May 3, 2015
Pendidikan itu......
"Pendidikan itu bukan sekedar
menyuruh anak~anak pergi pagi pulang sore
duduk manis di bangku kayu,di gedung~gedung sekolahan
Pendidikan itu bukan seberapa banyak
sertifikat kelulusan yang kau dapat
Pendidikan itu ketika kita bisa menyerap ilmu
mulai dari yang ada di pinggir laut hingga ke puncak gunung
Pendidikan itu sejauh mana kita bisa menerapkan
ilmu yang kita punya untuk kesejahteraan bersama
Pendidikan itu ketika kita sudah bebas dari buta huruf tentang kebajikan"
Sebuah update~an status dari salah satu temenku di media sosial yang orangnya tidak benar2 kukenal, yang aku tau dia orangnya ceriwis dan suka update status dari mulai yg paling *kiri* sampe paling *kanan*, malah aku sering senyum-senyum sendiri kalau baca statusnya. Beliau adalah salah satu pekerja Indonesia yang aku kenal lewat sebuah pertandingan Badminton Open di Taiwan.
Lagi iseng~iseng kepo in status temen~temen lain tiba tiba kebaca statusnya beliau, cesssss...langsung kena di hati. Karena sesungguhnya benar apa yang diungkapkan pada status simpelnya dia.
Untuk apa kita punya berlembar~lembar sertifikat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi kalau kita msh 'keji' dengan orang lain,masih egois dgn berbagai kebanggaan yang didapat dari sebuah tulisan diatas kertas,masih gk bs mengaplikasikan ilmu yg sudah tinggi~tinggi dicapai,bahkan sombong serta menilai rendah orang~orang yang ada diluar lingkaran pendidikannya.
Percuma teman.
Jadi buat kamu yg masih belum lulus sekolah, ayo selesaikan sekolahnya dan sambung ke jenjang S1
Buat yang belum kelar~kelar skripsinya, ayo di segerakan selesai dan setelah itu coba untuk kerja terlebih dahulu untuk mendapatkan pengalaman, paling tidak bekerja dahulu selama setahun dibidang pendidikan mu.
Buat yang ragu~ragu mau melanjutkan S2 nya atau tidak, kuatkan tekat dan niatmu teman, jikalau itu bermanfaat bagi karirmu kelak,kenapa tak kau coba, tapi ingatlah, usahakan kamu sudah pernah kerja sebelumnya, barulah coba lanjut pendidikan S2 mu karena kelak setelah kamu lulus dari jenjang ini, kamu akan menjadi seorang yg kaya akan ilmu dan bisa mempraktikkannya langsung dilapangan karena bekal pengalaman kerjamu sebelumnya.
Bagi yang ingin menjadi dosen atau peneliti, jangan ragu~ragu untuk melanjutkan S3 mu,karena seaungguhnya Indonesia butuh pemikir~pemikir muda yg berbakat seperti kalian. Butuh seorang guru yg bijaksana akan ilmu dan pengalamannya serta guru yang bisa mengajarkannya dengan baik kepada muridnya.
Buat kamu yang ingin semuanya diatas tapi terkendala dengan faktor ekonomi, ayo coba dicari beasiswa~beasiswa yang bisa mendukung cita~citamu. Tapi kalau itu juga masih sulit, sesungguhnya bekerjalah kamu dengan sungguh~sungguh, ambillah semua ilmu yang bisa kamu dapat dari pekerjaanmu itu, karena sesungguhnya teman, belajar itu bukan sekedar S1 S2 S3 atau es es lainnya, tapi belajar itu adalah hidup. Orang yang bijak adalah orang yang bisa mengambil pelajaran terbaik dari setiap lini kehidupannya.
Jadi jangan berkecil hati, kita semua punya kesempatan untuk belajar dan menuntut ilmu. Ambillah kesempatan itu dan bebaskanlah hati~hati kita semua dari buta huruf akan kebajikan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional
2 Mei 2015
Saturday, May 2, 2015
The Best Thing I Ever Had
Yes these are the people that makes me into the one I am now (except my Famz of course :)
although we are now busy with our own life separated by time, places, islands and even countries, but our memories remain, xoxo girls *hug*
Bandung, 2014
Banda Aceh, 2014
Banda Aceh, 2014
Hongkong, 2014
NDHU Hualien, Taiwan, 2013
South Korea, 2011
NCU Back Gate, Jhongli, Taiwan, 2014
Seoul, South Korea, 2013
This song perfectly explain how it means to be your friend :*
Being Loved is Fabulous
Someone who really accept you the way you are
Doesn't ask you anything but to love him more and more everyday
the one who say to you "I will marry you because it is you"
God bless you Dear Love, yes I do love you too and waiting for the D - Day
Thursday, April 30, 2015
Orang Asing di Taiwan disebut Alien, Nah lho...
Yap begitulah paling tidak sebutan kita di kartu tanda pengenal keluaran pemerintah Taiwan buat para penghuni Internasional, baik itu pelajar maupun pekerja.
Setiap orang luar Taiwan yang datang ke negeri asal Bubble Milk Tea ini (Zhen Zhu Nai Cha) diwajibkan mengurus KTP versi Taiwan khusus untuk pelajar ataupun pekerja yang menetap lebih dari 6 bulan di sana. Kartu ini sebutannya ARC atau Alien Residence Card awalnya aku dapat kartu ini ketawa sendiri, ajegile nih negara, kita-kita disebut alien, dikira Keroro Gunsho kali yak! haha Buat yang penasaran gimana bentuk ARC, begini ini nih:
setelah di edit beneran kayak alien gw (-.-")
Trus buat kamu yang mau datang ke Taiwan dan mau ngurus ARC terutama buat pelajar, caranya gampang aja, kamu cuma perlu siapkan beberapa hal sebelum datang ke kantor imigrasi mereka:
1. Isi application form
2. Pas photo warna ukuran 2 x 2 inch (sumpah kamu kudu poto paling manis disini, soalnya
kartu ARC ku versi sebelumnya, ada poto gagal ku yg dikenang sama satu jurusan
sampe saat ini*memori gelap
3. Pasport asli dan copy an
4. Residence
5. Tanda kamu diterima masuk perguruan tinggi alias LoA (Letter of Acceptance)
6. Sertifikat akomodasi dari universitas (biasanya dibantu urus sama petugas kampus)
7. Biaya NTD 1000 untuk 1 tahun
Pastikan kamu mengurus kartu ARC ini dalam kurun waktu 15 hari setelah kedatanganmu ke Taiwan, jangan sampe kena denda nanti harus bayar NTD 2000 - NTD 15000 (di kali aja dengan Rp 400,- per 1 NTD).
Nanti di OIA (Office of International Affair) masing-masing kampus pasti ada kasih kamu kertas yang satu ini buat ngurus ARC, isinya kira2 kayak yg aku tulis diatas juga deh.
Okay deh sekian kira-kira penjelasan tentang alien nya semoga bermanfaat dah. See you again
Greenship Assosiate Training Bikin Kangen Taiwan
Kenapa bisa begitu?
Karena waktu aku ngambil S2 di sana thesisku ada hubungannya dengan Green Building atau istilah beken di Indonesianya Bangunan Hijau. Hijau disini bukan berarti gedungnya warna hijau yak, tapi bangunan yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan dari mulai material hingga metode yang digunakan sejak persiapan hingga selesai sebuah proyek bangunan. Ibaratnya makin hijau gedung yang kamu bangun, artinya kamu makin beken and cakep deh (maksa :p)
Nah kenapa bisa tiba-tiba aku ikut training hijau ini? karena dibayarin ma kantor dunks..hahahahah kalo gk, mana sanggup bayar pendaftaran nya men! Jadi ceritanya aku sama bos ku ikut kegiatan ini yang diadakan oleh Green Building Council Indonesia di Jakarta pada 27-28 Maret 2015 lalu (Alhamdulillah aku diajak ma pak bos! makasi ya bos yang baek hati dan pintar menabung hehe). GBCI ini adalah lembaga yang tergabung dari beberapa orang yang berasal dari konsultan atau kontraktor besar di Indonesia juga merupakan lembaga yang mengeluarkan sertifikat Greenship sebuah bangunan. Mungkin kamu pernah dengar LEED punyanya Amerika, BREEAM nya Inggris? nah alhamdulillah Indonesia sekarang udah punya Greenship Indonesia yang juga menjadi rating toolsnya bangunan-bangunan yang ingin mendapat sertifikasi hijau.
Iya itu aku...bukan! bukan yg didepan yak!
Training ini buat menambah ilmu dan konsep pelaku konstruksi agar lebih peduli terhadap efek yang diakibatkan jika kita membangun tanpa memperhatikan atau mempedulikan tentang efeknya pada lingkungan sekitar kita. Trainingnya ada dua tingkatan, tingkat umum atau tingkat dasar namanya Green Associate Training sedangkan tingkat lebih emejingnya lagi itu namanya Greenship Professional.
1. Greenship Associate Training (GA)
Disini kamu diperkenalkan konsep hijau, fakta-fakta tentang pencemaran lingkungan yang terjadi di dunia selama ini yang tidak kamu sadari. Serta istilah-istilah hijau lainnya. Ibaratnya mereka kasih kamu materi dasar nya supaya kamu kenal dan tau. Ibaratnya tak kenal maka tak sayang, kalo kita gk kenal apa yang sedang kita hadapi sekarang, apa yg kita rusak. apa yg kita sia-sia kan dari bumi kita yang cuma satu-satunya di seluruh galaksi ini, maka kita bisa-bisa gk sayang sama si bumi ini dan akibatnya kita gk peduli dengan kehacuran bumi yang kita lakukan perlahan demi perlahan, trus ntar gimana dunk dengan anak cucu kita yang harus menanggung akibat dari ketidakpedulian kita?
Biaya pendaftarannya lumayan mahal, sekitar Rp 3.000.000,00 tapi kalo menurut aku sih worth it! Disini kamu akan mengikuti 2 hari training dari mulai pagi jam 8 sampe jam 6 sore dengan pemateri yang penuh dengan pengalaman dan ilmu yang luar biasa yg mereka sharing dan bagikan pada kita semua. Setelah training kamu dikasih waktu 1 minggu untuk membuat paper yang temanya bisa apa aja yang berhubungan dengan materi yang udah diberikan. Setelah kamu ikut training 2 hari full + submit paper nah kamu bisa dapet sertifikat GA dan kalo udah ada seritifkat ini, kamu bisa ikuti training lanjutannya yaitu GP.
2. Greenship Professional Training (GP)
Disini kamu akan di training secara intensif dan diberikan konsep lebih dalam seputar ilmu praktis yang bisa kamu terapkan langsung dilapangan. Nah namanya juga intensif, trainingnya bisa sampe malam dan kamu juga akan diberikan tugas besar (kalo istilah tekniknya Tugas Rancangan) dimana kamu akan di bagi dalam beberapa tim dan diberikan sebuah contoh kasus untuk membuat gedung tersebut mendapat sertifikasi Greenship Indonesia. Pokoknya kalau kamu bisa menyelesaikan tugas besarnya yang diberi waktu selama 3 bulan, kamu bisa dapat sertifikasi GP , nah kalau udah dapat sertifikasi ini kamu bisa di hire dalam tim khusus GP oleh beberapa proyek yang membutuhkan sertifikasi hijau untuk gedungnya berdasarkan rekomendasi dari GBCI tentunya. Keren ya? ya iya dunks, bayarnya pendaftarannya juga keren, Rp 8.000.000,00 huahahahahahahaa (ketawa putus asa).
Pokoknya selama kegiatan ini, materi yang diberika merupakan materi-materi dasar yang harus aku pelajari dalam menyusun thesisku dulu, jadi banyak banget istilah-istilah hijau yang lumayan familiar di telingaku dan meurutku training ini jadi sebuah review dari ilmu yang sudah pernah aku dapatkan sebelumnya.
Tertarik untuk mengikuti trainingnya? langsung aja kunjungi website mereka disini. Kalau udah ikut training GP ntar bagi-bagi ceritanya ke aku yak !
Pokoknya selama kegiatan ini, materi yang diberika merupakan materi-materi dasar yang harus aku pelajari dalam menyusun thesisku dulu, jadi banyak banget istilah-istilah hijau yang lumayan familiar di telingaku dan meurutku training ini jadi sebuah review dari ilmu yang sudah pernah aku dapatkan sebelumnya.
Tertarik untuk mengikuti trainingnya? langsung aja kunjungi website mereka disini. Kalau udah ikut training GP ntar bagi-bagi ceritanya ke aku yak !
Tuesday, April 28, 2015
Elegi TAWA
Tertawa lah secukupnya,jangan berlebihan
karena di akhir hari,kamu akan menangis sendirian
#sebuah kisah dan momen setahun lalu yang terulang kembali dan lagi lagi menjadi pengingat diri
Subscribe to:
Posts (Atom)







